Cara Menetapkan Tujuan dan Rencana Strategis

Ada banyak tujuan yang bisa kita tetapkan dalam rangka sukses di dalam kehidupan. Rencana dan Tujuan strategis perlu ditetapkan saat kita ingin mengambil loncatan besar dalam hidup, mengubah status, mencari peluang, memaksimalkan kemungkinan, dan mengatasi rintangan.

Tujuan strategis menghasilkan hasil yang strategis juga. Itu termasuk adanya perubahan positif dan reposisi kehidupan serta status yang kita miliki. Selain itu kita juga mendapatkan keunggulan kompetitif, mencapai kinerja yang optimal, menjalani hidup yang seimbang, dll.

Di dalam artikel ini akan dibahas langkah-langkah penetapan rencana dan tujuan strategis, dan bagaimana kita dapat mengembangkan dan memanfaatkan rencana dan tujuan strategis untuk meningkatkan keahlian utama kita.

Apa itu Tujuan Strategis?

Tujuan strategis adalah sasaran dan hasil spesifik yang ingin kita capai sebagai individu selama periode waktu tertentu, biasanya tiga hingga lima tahun. Tujuan itu bersifat jangka panjang dan sering muncul saat proses perencanaan strategis.

Yang membedakan tujuan strategis dari jenis tujuan lain adalah tujuan strategis didasarkan pada respons strategis terhadap beberapa peluang atau tantangan yang sudah diidentifikasi.

Ketika ingin membuat langkah baru atau membuat perubahan besar dalam hidup, apa yang kita butuhkan adalah suatu tujuan strategis.

Bagaimana Merencanakan Tujuan Strategis

Dalam proses perencanaan strategis, Pemindaian lingkungan dan analisis SWOT adalah dua alat penting yang dapat kita manfaatkan dalam melakukan evaluasi. Meskipun alat ini sering digunakan dalam dunia bisnis, tapi bisa juga diterapkan di kehidupan pribadiĀ  dan akan sangat membantu kita dalam menetapkan sasaran strategis dalam rangka meraih kesuksesan.

Pemindaian Lingkungan

Pemindaian lingkungan adalah pelacakan tren dan kejadian yang sedang berlangsung di lingkungan internal dan eksternal suatu organisasi, untuk sekarang dan di masa depan.

Hasil pemindaian ini dikatakan sangat berguna dalam membentuk tujuan dan strategi ingin digunakan.

Sebagai individu, situasi internal dan eksternal juga memengaruhi kesuksesan dan masa depan kita dan kita perlu melacaknya agar bisa berhasil.

Faktor internal meliputi kekuatan dan kelemahan yang kita miliki. Kita tentunya memiliki kendali atas kedua hal itu dan kita dapat memanfaatkan, mengelola, atau meningkatkannya untuk lebih baik lagi.

Brian Tracy menyoroti 9 faktor yang dapat memengaruhi kesuksesan pribadi yaitu pendidikan, keterampilan, kontak, uang, kebiasaan kerja yang baik, sikap mental positif, citra positif, kreativitas, dan karakter yang kuat

Faktor-faktor lain yaitu tren pasar, prospek ekonomi negara kita, kebijakan pemerintah, kemajuan teknologi, situasi keluarga, pengaruh sosial, dll.

Mau tidak mau kita perlu mempelajari faktor-faktor itu dan meninjau bagaimana mereka memengaruhi kesuksesan dan kemajuan kita secara positif atau negatif.

Analisis SWOT Pribadi

Singkatan SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats.

Memaksimalkan bakat dan peluang yang kita punya dan mengelola kelemahan dan ancaman dapat meningkatkan tingkat kesuksesan di dalam hidup. Analisis SWOT untuk pribadi akan membantu dalam mengatur pemikiran dan memberi kitaberbagai perspektif tentang kehidupan. Selian itu juga membantu kita mengidentifikasi bidang-bidang mana yang membutuhkan pengembangan.

Cara Menetapkan Tujuan Strategis

Ketika telah mengidentifikasi area yang disebutkan di bagian sebelumnya, kemudian tetapkan rencana dan tujuan strategis untuk membuat perubahan yang diperlukan.

Identifikasi Isu Strategis

Masalah strategis adalah masalah yang kehadiran atau ketidakhadiran mereka dapat berkontribusi pada kesuksesan atau kegagalan kita, atau mampu mempengaruhi perubahan yang dibutuhkan dalam hidup kita. Ketika kita melakukan pemindaian lingkungan dan analisis SWOT, kita akan dapat mengidentifikasi masalah dan tujuan strategis di akhir proses.

Masalah dan tujuan ini biasanya berasal dari kekuatan yang harus dibangun, kelemahan yang harus diperkuat, peluang yang harus diambil, dan ancaman yang harus dihindari.

Memperjelas Prioritas Strategis

Dari analisis seblumnya, ada kemungkinan banyak masalah akan muncul. Selain itu juga ditemukan adanya beberapa masalah sangat mendesak, sementara yang lain juga penting. Oleh karena itu, untuk dapat mencapai tujuan strategis yang lebih pasti, lebih baik fokus pada isu-isu yang paling penting.

Masalah-masalah penting ini akan mewakili prioritas strategis kita ke depannya. Ketika kita tahu apa yang harus diprioritaskan, kita akan dapat menetapkan tujuan berdasarkan prioritas itu dan membuat strategi berdasarkan prioritas tersebut.

Contoh Tujuan Strategis untuk Pengembangan Pribadi

Sebagai contoh tujuan strategis untuk pengembangan pribadi, asumsikan kita telah melakukan pemindaian lingkungan dan analisis SWOT, dan juga mampu mengidentifikasi masalah-masalah penting dan apa yang perlu didapatkan untuk tahap selanjutnya. Tetapkan hal-hal itu menjadi prioritas strategis utama kita, dan kerjakan selama tiga hingga lima tahun ke depan.

Berikut ini adalah prioritas strategis yang bisa dijadikan contoh untuk pengembangan pribadi yang dapat diubah menjadi tujuan strategis:

1. Kembangkan Rasa Percaya Diri

Memancarkan kepercayaan diri sangat penting untuk kesuksesan pribadi kita. Memiliki kepercayaan diri dapat membantu kita memaksimalkan potensi tertinggi diri kita karena memberi adanya energi dan kepercayaan diri berani mengambil keputusan atau tindakan.

Selain itu kepercayaan diri juga membantu dalam hal memengaruhi orang lain. Sehingga secara tidak langsung kita akan menjadi lebih produktif dan bahagia.

Kurangnya rasa percaya diri bisa membuat orang lain menjadi apatis dan skeptis terhadap kita. Selain itu kita bisa kehilangan peluang besar akibat ketidakberanian dalam mengambil keputusan atau tindakan.

Jika kita telah mengidentifikasi adanya kurangnya kepercayaan diri di dalam diri kita, maka saatnya menetapkan tujuan strategis untuk lebih meningkatkan kepercayaan diri melalui afirmasi pribadi, membaca literatur dan pelatihan tentang pengembangan pribadi, lebih banyak berhubungan dengan orang-orang yang punya kepercayaan diri, mencoba hal-hal kita takuti, dan mengambil tantangan dalam waktu 100 hari.

2. Meningkatkan Citra Diri

Ternyata cara kita menampilkan diri ke orang lain mencerminkan tentang bagaiman diri kita dan bagaimana peluang kita untuk sukses. Dengan menampilkan citra diri yang percaya diri dan penuh optimisme akan membuka lebih banyak peluang bagi kita. Jangan lupakan juga cara kita berpenampilan di depan banyak orang.

Selain itu ada atribut lain yang perlu dipelajari seperti melontarkan senyum hangat ketika bertemu orang, berjabat tangan dengan yakin, berjalan dengan tegap, dll. Hal itu setidaknya akan menggambarkan sekilas tentang citra diri kita. Ketika kita senantiasa mengembangkan kebiasaan ini selama jangka waktu yang lama, maka hal itu akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita.

3. Menempuh Pendidikan Lanjutan

Di dalam kehidupan tidak ada istilah berhenti untuk belajar karena itu merupakan salah satu kunci kesuksesan. Tidak peduli seberapa percaya diri kita, ada beberapa peluang yang mungkin tidak bisa kita raih jika kita tidak memiliki kualifikasi akademik yang diwajibkan.

Oleh karena itu, mulailah mengidentifikasi apa saja peluang yang belum dapat kita masuki sebagai akibat dari kurangnya kualifikasi yang kita miliki. Mungkin kita merasakan ada beberapa peluang baru muncul akan tetapi keterampilan teknis yang kita miliki kurang memadai. Hal ini bisa menjadi tujuan strategis dalam rangka mengambil studi lanjutan di bidang yang ingin kita kuasai sehingga kita mendapatkan persyaratan ketika kesempatan itu muncul.

4. Mengembangkan Keterampilan

Keterampilan adalah salah satu aset terpenting yang menentukan kesuksesan di dalam hidup. Keterbatasan keterampilan akan membatasi pertumbuhan, produktivitas, dan peluang.

Jika kita telah mengidentifikasi apa saja keterbatasan keterampilan dalam di dalam analisis sebelumnya, maka saatnya untuk menetapkan tujuan strategis dalam rangka meningkatkan keterampilan yang terbatas tadi.

Beberapa keterampilan yang mungkin paling Anda butuhkan adalah keterampilan pemecahan masalah, keterampilan berpikir kreatif, keterampilan manajemen dan kepemimpinan, keterampilan TI, dan keterampilan komunikasi. Memperoleh dan mengembangkan keterampilan ini akan membutuhkan pelatihan, membaca, belajar, dan latihan sadar.

5. Mencapai Keseimbangan Hidup

Salah satu tanda kehidupan yang sukses adalah adanya keseimbangan. Untuk mencapai keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, tentu membutuhkan perencanaan strategis yaitu berkaitan dengan manajemen waktu.

Kita harus mengalokasikan waktu dan sumber daya yang memadai untuk setiap aspek penting dalam kehidupan kita. Aspek tersebut antara lain pekerjaan, keluarga, kesehatan, kehidupan sosial, kehidupan spiritual, dll.

Pastikan tujuan strategis dapat diselesaikan hingga dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Pastikan juga tidak ada kehidupan yang terkena imbas atau dilupakan akibat manajemen waktu yang buruk.

baca juga:7 Cara Orang Sukses Mengatur Waktunya

Kesimpulan

Meraih kesuksesan hidup memerlukan rencana dan tujuan strategis yang matang. Untuk membuat membuat rencana dan tujuan strategis kita bisa mencoba memindai lingkungan dan menggunakan analisis SWOT. Hal itu bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan keterbatasan yang kita miliki dan mengidentifikasi peluang yang ada di sekitar kita.

Analisis ini membantu kita memberikan perhatian terhadap masalah- masalah tertentu dalam rangka meraih kesuksesan. Sehingga kemudian kita dapat menetapkan strategi prioritas berdasarkan hal-hal yang menurut kita paling penting.

Dari kegiatan itu, akan terbentuk dasar atau pondasi tujuan strategis kita yang dapat dikembangkan untuk jangka panjang.

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *