Apakah Setiap Orang Memiliki Kreativitas?

Coba tanyakan kepada diri sendiri, apakah kita termasuk orang yang kreatif? Lalu, apa yang  membuktikan bahwa kita adalah orang yang kreatif? Mengapa orang lain mampu menghasilkan suatu mahakarya ciptaan mereka sendiri sedangkan kita belum mampu seperti itu? Jadi apakah setiap orang memiliki kreativitas?

Banyak orang beranggapan bahwa kreativitas adalah bakat bawaan sejak lahir. Hanya sebagian orang khusus yang secara inheren bisa kreatif, sedangkan yang lainnya tidak memiliki kemampuan khusus itu.

Apakah benar seperti itu? Belum tentu.

Jadi apa itu kreativitas? Apakah semua orang bisa kreatif?

Jadi apa itu kreativitas? Apakah semua orang bisa kreatif?

Faktanya adalah setiap orang memiliki kemampuan kreatif bawaan sendiri-sendiri. Terlepas dari apa yang banyak diperdebatkan kebanyakan orang, kreativitas adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan diasah oleh semua orang.

Bagaimana bisa seperti itu?

Ya…kita harus mulai dengan memperluas definisi kreativitas itu sendiri. Kita harus kreatif dan ‘berpikir out of the box dengan definisi kreativitas.

Kreativitas pada intinya adalah  kemampuan untuk melihat sesuatu dengan cara yang tidak bisa dilihat orang lain. Definisi ini akan membantu kita untuk menemukan perspektif baru dalam rangka menciptakan ide dan solusi baru terhadap berbagai masalah yang kita hadapi.

Jadi, ketika menghadapi tantangan dan permasalahan, kreativitas adalah keterampilan yang sangat berharga untuk dimiliki.

Misalnya, kita bekerja di bidang marketing atau penjualan di suatu perusahaan. Memiliki kreativitas akan membantu kita mencari cara baru untuk mendekati dan menjangkau pelanggan baru yang potensial. Atau semisal kita adalah seorang pengajar atau guru. Sebagai guru kita dituntut untuk terus mencari cara baru dalam menyampaikan pelajaran dan cara mendidik siswa yang tepat dan benar.

Bagaimana Kreativitas Bekerja?

Sering ada kesalahpahaman yang mengartikan kreativitas adalah mampu menciptakan hal-hal yang benar-benar “baru” atau “orisinil”. Tetapi sekali lagi, itu kurang masuk akal. Karena pada kenyataanya tidak ada sesuatu yang benar-benar baru atau orisinal.

Semuanya, termasuk karya seni, tidak berasal dari nol. Semuanya berasal dari adanya inspirasi manusia. Itu berarti bahwa kreativitas bekerja dengan menghubungkan berbagai hal secara bersama-sama untuk memperoleh makna atau nilai yang baru.

Dengan menggunakan perspektif ini, kita dapat melihat banyak sisi dan makna lain dari kreativitas.

Misalnya, Apple Inc. menggabungkan komputer lawas dipadukan dengan desain dan estetika untuk menciptakan cara baru dalam menggunakan sebuah produk digital.

Di Bidang Musik, seorang musisi dapat terinspirasi oleh berbagai gaya musik, instrumen dan ritme untuk menciptakan jenis genre atau aliran musik yang benar benar baru.

Keimpulannya adalah kreativitas adalah tentang bagaimana menghubungkan ide-ide yang berbeda untuk kemudian menemukan titik temu di antara perbedaan sehingga sanggup menciptakan ide atau kreasi yang benar-benar baru.

Kreativitas Memerlukan Niat

Kreativitas Membutuhkan Niat

Kesalahpahaman lain tentang kreativitas adalah dianggap hanya bisa ada saat dalam keadaan atau momen tertentu saja.

Kreativitas yang nyata bukan tentang memunculkan momen. Sebaliknya, untuk menjadi benar-benar kreatif, harus lebih dulu memiliki arah dan tujuan.

Tanyakan kepada diri sendiri:

“Masalah apa saja yang bisa dipecahkan?”

Hanya dengan mengetahui jawaban atas pertanyaan di atas, kita dapat mulai untuk bisa menstimulasi munculnya kreativitas dari dalam diri kita.

Sering kali, gagasan kreativitas dikaitkan dengan kemampuan otak kanan, yaitu dengan intuisi dan imajinasi. Oleh sebab itu berfokuslah meningkatkan kemampuan otak kanan agar kreativitas semakin berkembang.

Tetapi, agar kreativitas lebih maksimal lagi, kemampuan kedua sisi otak mutlak diperlukan, yang artinya menggunakan bagian analitis dan logis dari otak kiri kita juga.

Kreativitas juga banyak berkaitan dengan kemampuan memecahkan masalah. Pemecahan masalah secara inheren sangat melibatkan logika dan analisis. Jadi, kreativitas yang menyeluruh membutuhkan kinerja kedua sisi otak seutuhnya agar bekerja sama menghasilkan dan bisa mengaplikasikan suatu ide yang cemerlang.

Ketika kita hendak mencari ide-ide baru, otak kiri akan memandu untuk bisa fokus di satu lokasi. Lalu otak kanan kemudian memandu untuk bergerak dan menjelajah dari kondisi fokus otak kiri.

Dan ketika memutuskan untuk mencoba ide-ide baru, otak kanan akan memberi solusi baru yang bisa jadi di luar yang pernah kita ketahui.

Otak kiri kemudian membantu mengevaluasi dan menyesuaikan solusi atau ide itu agar bisa bekerja lebih baik dalam praktiknya.

Jadi, logika dan kreativitas sebenarnya saling bahu membahu, dan bukan saling mengorbankan satu sama lain.

Kreativitas adalah Keterampilan

Kreativitas adalah Keterampilan

Pada akhirnya, kreativitas adalah keterampilan.

Bukan sekedar bakat bawaan atau bawaan alami yang dimiliki beberapa orang tertentu saja. Artinya kreativitas dan inovasi dapat ditingkatkan dan dipraktekan secara sistematis melalui latihan dan pembiasaan diri.

Keterampilan dapat dipelajari dan dipraktikkan dengan menerapkan gaya dan metode belajar terkuat yang kita miliki.

Keterampilan dapat diukur dan ditingkatkan lewat adanya feedback, dan  latihan yang teratur dari waktu ke waktu. Melalui latihan yang teratur, kreativitas akan perlahan meningkat setahap demi setahap.

Jadi jangan pernah berkesimpulan bahwa kreativitas itu tidak relevan bagi kita, atau meyakini bahwa kita tidak memiliki keahlian untuk menjadi kreatif.

Yang perlu dipahami disini adalah kreativitas dapat digunakan di berbagai segala aspek kehidupan. Bahkan kreativitas terkadang mutlak diperlukan untuk memecahkan suatu permasalahan dan membuat kita bisa keluar dari zona nyaman, menginspirasi untuk berkembang dan mencoba hal-hal baru.

Kreativitas akan memberikan nilai positif tersendiri bagi diri kita sewaktu sanggup menyelesaikan masalah atau mencari solusi dan ide yang baru.

baca juga: 6 Cara Memunculkan Kreativitas

Kesimpulan

Jadi kembali lagi ke pertanyaan apakah setiap orang memiliki kreativitas? Jawabannya adalah pasti punya.

Tetapi kembali lagi kreativitas membutuhkan niat. Kreativitas yang telah diniatkan akan semakin terasah lagi apabila jika senantiasa dilatih dan dibiasakan di dalam kehidupan sehari-hari.

Kreativitas adalah masalah menghubungkan hal-hal lain secara bersama dan simultan untuk mendapatkan suatu makna atau nilai yang baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *