8 Skill Penting untuk Sukses di Tempat Kerja

Berikut adalah skill atau keterampilan yang akan membantu Anda mencapai kesuksesan di tempat kerja, dan yang lebih penting adalah menentukan keahlian mana yang paling tepat bagi Anda untuk memulainya.

1. Kemampuan untuk Membujuk dan Mempengaruhi

Untuk mempercepat keberhasilan di tempat kerja diperlukan suatu strategi membangun hubungan antara satu sama lain.

Filsuf Yunani, Aristoteles, menciptakan tiga istilah – pathos, ethos, dan logos – suatu sistem komunikasi yang terhubung dengan kesadaran kita melalui sebuah gateway yang berbeda.

Setiap cara berfungsi sebagai media untuk memengaruhi dan membujuk orang-orang yang Anda butuhkan dalam rangka membangun hubungan yang kuat yang bertujuan untuk memajukan karir Anda:

Pathos

Beberapa orang terinspirasi untuk merespons, karena mereka dapat merasakan adanya emosi tertentu. Dalam hal ini bukan hanya tentang kemampuan Anda untuk membuat orang lain merasa senang.

Akan tetapi lebih dalam hal menggunakan kata-kata, contoh dan narasi cerita yang mendatangkan emosi atau empati yang tepat sehingga mendorong mereka untuk berperilaku “melayani”. Kondisi tersebut terjadi ketika Anda “berbicara” dengan hati mereka.

Ethos

Jika orang-orang tertentu yang memberikan penghargaan tinggi terhadap prestasi, status, dan wewenang Anda, jangan takut untuk menunjukkan hasil yang telah Anda raih atau menyebutkan dari mana kita berasal.

Logos

Belajar menjadi pandai merumuskan permasalahan berdasarkan bukti dan penelitian, dan Anda cenderung memenangkan argumen dengan siapa saja yang mengambil keputusan. Gunakan logika dan bersiaplah untuk berbicara dengan dukungan fakta, angka dan data.

2. Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional adalah tentang mengenali emosi Anda dan emosi orang lain di sekitar Anda.

Semakin besar kapasitas yang Anda miliki untuk menyesuaikan dengan bagaimana emosi Anda mengendalikan perilaku Anda, dan orang-orang yang Anda pimpin dan bekerja bersama-sama, semakin cepat Anda akan meraih kesuksesan di tempat kerja.

Meskipun Anda mungkin memiliki kesadaran diri yang kuat dan kehausan untuk memperbaiki diri sendiri, Anda tidak akan pernah bisa melihat dunia Anda melalui perspektif orang lain sehingga dapat belajar di mana Anda efektif dan di mana Anda tidak. Karena prinsip utama dalam memimpin adalah untuk memimpin orang secara efektif.

Kekuatan persuasi dan pengaruh selalu dapat memanfaatkan kecerdasan yang diperoleh dari orang di sekitar Anda. Konsekuensi alaminya adalah Anda memiliki banyak kesempatan untuk terus belajar agar menjadi seorang influencer yang kuat.

Anda harus meningkatkan kesadaran diri Anda dan itu harus mencakup mengambil langkah-langkah yang disengaja untuk melihat dunia melalui perspektif orang lain. Para pemimpin dengan kecerdasan emosional yang tinggi yang tinggi sangat sadar sosial dan mengutamakan kesadaran organisasi.

3. Keahlian Manajemen Konflik

Ketika Anda dapat menengahi dua atau lebih pihak yang bertikai untuk mencapai solusi yang bisa diterapkan, Anda menjadi komoditas yang tak tergantikan karena memiliki daya tawar yang lebih besar.

Sebelum menengahi suatu konflik antar kubu ada baiknya memperhatikan beberap hal berikut:

• Pelajari detail dan fakta dari argumen yang didukung oleh masing-masing pihak

• Kumpulkan informasi lebih lanjut dari masing-masing pihak untuk mempelajari perspektif dan nilai-nilai pribadi yang mendorong argumen mereka

Sekarang, tetapkan kerangka waktu dan kerangka kerja untuk proses melakukan negosiasi.

Arahkan dan komunikasikan secara transparan bahwa ruang dan waktu yang sama akan diberikan kepada masing-masing pihak untuk mengumpulkan fakta, angka, dan perspektif mereka. Juga wajib bagi setiap pihak untuk mengetahui bahwa mereka akan didengarkan dan dihormati. Pengakuan empatik terhadap posisi dan perspektif masing-masing adalah tahap penting dalam proses negosiasi.

Undanglah masing-masing pihak untuk bersama-sama memediasi tetapi mendikte batas-batas untuk melakukan komunikasi. Gambarkan bagaimana aturan yang menguntungkan semua orang.

Nyatakan bagaimana dan kapan masing-masing pihak berkomunikasi dengan yang lain. Ushakan hindari ruang untuk serangan pribadi, kritik, pendapat, dan penilaian.

Jadikan bagian dari proses negosiasi sebagai peluang pendidikan yang menjadi preseden baik tentang bagaimana pihak-pihak tersebut akan berkomunikasi ketika ketidaksepakatan di masa mendatang terjadi. Tanamkan kebiasan berperilaku mereka agar dapat diberdayakan untuk mengelola konflik di masa depan sendiri.

4. Tentukan Titik Kepuasan Karir Anda

Ketika emosional dan mental selaras dengan kontribusi pekerjaan yang Anda buat, kesuksesan akan terlihat lebih lancar dan lebih cepat.

Dengan peluang baru, terkadang kita dipaksa untuk secara alami mengembangkan keterampilan dan pengetahuan baru dari perubahan itu sendiri. Namun, ketika Anda secara sadar mencari kualitas tidak berwujud yang terhubung dengan apa yang membuat Anda merasa puas, puas, dan merasa tahu bahwa Anda sedang menuju ke arah yang benar, akan lebih mudah untuk tetap berada di jalur.

Anda sebaiknya tahu apa yang harus dikatakan ya dan apa yang harus dikatakan tidak. Anda akan lebih mampu mengusir segala gangguan dan memanfaatkan peluang dari orang-orang disekitar.

Tanyakan kepada diri Anda sendiri di mana Anda merasa telah menuju jalur yang tepat dan benar. Ketika Anda melakukannya, Anda akan lebih cenderung untuk tetap berada di jalur dan mengambil rute terpendek dan tercerdas menuju tujuan karir Anda.

5. Mahir Mengatasi Stres dan Meningkatkan Ketahanan

Untuk menjamin kesuksesan di tempat kerja berarti menjadi cerdas tentang bagaimana Anda melindungi dan mengelola kesehatan mental dan emosional Anda. Bekerjalah secara proaktif dengan seorang psikolog atau terapis untuk mempelajari apa yang menjadi alarm, tanda peringatan, dan ambang batas Anda.

Saat Anda mengenali ini, kembangkan rencana aksi untuk ketika bel alarm mulai berdering. Secara teratur terlibat dalam program praktis yang membangun ketahanan Anda dan orang-orang Anda. Diskusikan dan bagikan pengalaman Anda dengan mereka.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, kendalikan budaya yang mempromosikan pemantauan diri secara  proaktif dan berfokus untuk mendidik dan mendukung orang-orang Anda untuk mengembangkan kesehatan mental yang optimal.

Dengan kepemimpinan Anda sebagai contoh, akan sulit bagi mereka untuk tidak terinspirasi untuk mengikuti cara hidup Anda.

6. Kembangkan Sikap Commercial Attitude

Saat karier Anda berkembang, menjadi pemimpin yang menginspirasi sangat penting. Namun yang lebih penting adalah menjadi yang mendorong kinerja dan mendapatkan hasil.  Saatnya berinvestasi dalam pengembangan profesional yang mengembangkan dan melatih pola pikir komersial Anda.

Jangan hanya membaca tentang konsep yang memajukan Anda sebagai manajer orang. Cari penelitian, program terapan interaktif dan kursus yang memaksa Anda untuk melihat dampak ekonomis dari keputusan dan kegiatan yang Anda buat dalam peran Anda saat ini.

Anda tidak hanya akan menjadi lebih terbiasa untuk menilai sendiri kualitas dan kuantitas hasil Anda, Anda akan menjadi komoditas “panas” yang terkenal di pasar.

7. Delegasikan Wewenang

Salah satu kesulitan terbesar yang dihadapi seorang pemimpin adalah transisi untuk keluar dari melakukan kegiatan secara langsung. Pahamilah Anda sekarang seorang sutradara, biarkan aktor dan aktris Anda yang bermain.

Lingkup dan aktivitas peran Anda melebar dan bertambah rumit tetapi bukan berarti tidak melepaskan hal-hal yang mungkin harus Anda mulai lepaskan.

Ketika Anda sudah mapan, ada orang yang dapat membantu Anda menginventarisir hal-hal yang dapat Anda mulai lepaskan.

Melepaskan mungkin merupakan proses bertahap. Jika Anda merasa memiliki tujuan dan melakukan tugas-tugas dan kegiatan itu sejak awal, memisahkan diri dari kepuasan yang Anda dapatkan dari melakukannya bisa jadi sangat sulit. Namun, Anda harus membebaskan energi dan ruang untuk mengembangkan kompetensi yang lebih besar dengan cara lain yang akan memajukan karir Anda.

Berlatih memercayai orang lain. Latihlah rasa terima kasih atas langkah mereka. Sedikit demi sedikit, uji diri Anda dan uji reliabilitas orang lain.

Secara bertahap delegasikan lebih banyak dan lebih banyak lagi. Saat Anda melakukannya, tim Anda akan merasa lebih berharga sebagai kontributor. Ketika Anda melepaskan beberapa tugas langsung Anda, Anda mengizinkan orang-orang Anda untuk memperluas keterampilan mereka.

8. Terapkan 3C (Clean, Complement, & Create)

Kenyataannya lebih sedikit waktu yang ada untuk mempercepat, mengimplementasikan perubahan dan membuktikan nilai Anda.

Dalam langkah karier baru apa pun, berusahalah untuk memahami lebih dahulu untuk kemudian baru kita dapat berkreasi dan berimprovisasi.

Tetapkan juga beberapa tujuan untuk mencapai hasil yang nyata yaitu:

• Membangun hubungan dengan orang-orang penting yang memiliki pengaruh dan memiliki kekuatan pengambilan keputusan

• Tampilkan kompetensi dan kinerja sesuai peran Anda

• Dukung orang lain untuk mencapai tujuan kerja mereka

• Bersiaplah untuk turun tangan dan membantu langsung ke pangkal permasalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *