6 Tips Kepemimpinan Yang Efektif Selama Pandemi Covid-19

COVID-19 tidak hanya berdampak pada kinerja di sektor ekonomi saja, tetapi juga telah mengubah struktur organisasi, dan memaksa para pemimpin untuk membuat keputusan sulit seperti PHk dan perampingan organisasi. Selama masa-masa yang tidak pasti ini, moral pemimpin sangatlah diuji. Para pemimpin yang paling kompeten pun kemudian mempertanyakan kemampuan mereka dan masa depan perusahaan mereka.

Meskipun terlihat menakutkan, tetapi dengan adanya ujian krisis global memberikan peluang bagi para manajer dan eksekutif untuk mempertajam manajemen kepemimpinan mereka. Banyak juga pihak yang mencari bimbingan dan arahan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Ketidakpastian selama pandemi Covid-19 juga menimbulkan tekanan di banyak pihak. Selain itu, ketidakpastian itu juga menimbulkan banyak kekhawatiran bagi para karyawan sendiri serta orang-orang yang mereka cintai dan masyarakat sekitar.

Dengan kondisi seperti ini, seorang pemimpin harus mampu melakukan komunikasi yang transparan, tepat waktu, empati, dan terbuka dengan karyawan untuk menumbuhkan kepercayaan sambil memperkuat kemampuan kepemimpinan mereka.

Di tengah pandemi ini, karyawan perlu percaya bahwa organisasi atau perusahaan mereka dapat menangani krisis sambil tetap mengingat kepentingan terbaik mereka. Yang terbaik adalah mengambil pendekatan kemanusiaan untuk memandu waktu kita selama krisis ini, karena semua orang mengalami pandemi ini dan memprosesnya secara berbeda-beda.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat dimanfaatkan untuk memimpin secara efektif selama periode stres atau krisis yang berkepanjangan.

1. Kelola Harapan atau Ekspektasi

Selama kondisi krisis apa pun, kita tidak akan memiliki semua jawaban untuk banyak pihak, tetapi kepercayaan diri harus tetap terjaga, karena tim dan bawahan kita akan mengharapkan arahan dan bimbingan yang tepat dari kita.

Tanggung jawab pemimpin adalah menyelaraskan harapan dan realitas sambil menggunakan wawasan, pengatahuan dan kesabaran. Para pemimpin hebat fasih mengelola harapan tim dan bawahan dengan berkomunikasi lebih awal dan intensif, dan berani berkata jujur bahwa tidak memiliki semua jawaban.

2. Transparan dan Punya Empati

Meskipun ini adalah waktu yang sulit, karyawan dan organisasi Anda mengandalkan Anda untuk tetap optimis dan transparan. Fokus pada kekuatan, kesuksesan, peluang tim Anda. Sebagai seorang pemimpin, penting untuk memancarkan kepercayaan, optimisme, dan energi positif untuk membantu membangun moral tim Anda, terutama ketika kolega Anda mungkin tidak memiliki kapasitas untuk menunjukkan karakteristik tersebut.

3. Mau berkompromi dan Mengupayakan Solusi

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk berkolaborasi dan tidak “berkelahi” di dalam tim. Dorong tim dan bawahan untuk saling memahami sudut pandang satu sama lain dan mengupayakan adanya solusi. Sangat penting untuk menunjukkan kepada tim dan kolega kita, bahwa kita bisa berkompromi dan menyelesaikan masalah untuk menghindari konflik yang tidak perlu terjadi.

4. Lihat Gambaran Yang Lebih Besar (Big Picture)

Kekuatan seorang pemimpin ada dalam visi yang mereka miliki. Para pemimpin terbaik dapat melihat gambaran yang lebih besar atau ” big picture” dan memvisualisasikan dampak potensial dari strategi dan proyek yang dia miliki sebelum orang lain bisa melakukannya. Selama krisis apa pun, seorang pemimpin harus dapat beradaptasi dan merasa nyaman dengan apa yang tidak dapat mereka lihat dan yang terjadi secara tiba-tiba.

5. Delegasikan Tugas

Selama masa atau periode yang penuh ketidakpastian, risiko dan ambiguitas di antara tim atau bawahan akan meningkat karena semuanya selalu berubah-ubah. Jebakan yang umum bagi para pemimpin adalah berusaha mengendalikan segalanya, yang bisa jadi menyebabkan anggota tim menjadi kurang responsif dan benci satu sama lain. Solusinya adalah mencari keteraturan vs kontrol. Tetapkan keputusan mana yang perlu dibuat dan kemudian delegasikan ke anggota tim yang tepercaya untuk menangani sisanya.

6. Tanamkan Sikap Kepemimpinan ke Dalam Tim

Para pemimpin menjadi lebih kuat ketika mereka mampu menginvestasikan waktu ke dalam tim mereka dan membantu mengembangkan atau mendidik pemimpin-pemimpin lainnya. Pemimpin yang kuat tidak selalu mencari kredit atau keterlibatan di dalam setiap keputusan, mereka ingin memberdayakan dan mengangkat orang yang mereka percaya dengan mengembangkan atau mengorbitkan calon pemimpin lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *