5 Cara Mendesain dan Memaknai Hidup Lebih Bijaksana

Apakah kita telah merancang hidup kita dengan baik? Apakah kita benar-benar tahu caranya dan bagaimana melakukannya?

Dengan kita mampu mendesain hidup, maka kita akan tahu arah hidup kita akan berjalan dan menjalaninya hidup dengan efektif.

Walaupun secara teori kelihatannya hebat, tapi banyak orang yang tidak paham pentingnya mendesain hidup mereka. Sehingga mereka tidak memiliki petunjuk pertama untuk mulai mewujudkannya.

Berikut ini adalah  5 langkah untuk merancang hidup kita dengan cara yang berkelanjutan dan lebih bijaksana.

1. Tahu Apa Yang Kita Inginkan Secara Jelas

Inti dari mendesain hidup adalah pertanyaan tentang apa yang sebenarnya kita inginkan dan apa yang akan membantu kita bersemangat setiap harinya. Untuk mencapai hal itu, tentunya kita harus tahu secara jelas kita ingin seperti bagaimana.

Kita hidup di dalam masyarakat di mana orang banyak kewalahan dengan masukan, pemikiran, kepercayaan, dan pendapat orang lain. Belum lagi, lingkungan tempat kita secara rutin memengaruhi nilai, keyakinan, dan keinginan kita pada tingkat diri kita yang paling dalam.

Karena itu, menjadi sangat mudah kehilangan arah dan tidak paham siapa kita dan apa yang kita inginkan dalam hidup.

Itu sebabnya mencari kejelasan menjadi sangat penting.

Kejelasan adalah dasar untuk merancang kehidupan yang kita inginkan. Karena tanpa kejelasan bisa jadi orang lain akan akan mengambil alih keinginan dan harapan kita.

Untuk merancang hidup, kita harus bebas dari kisah-kisah masa lalu yang telah memberi tahu siapakah kita dan apa yang seharusnya kita inginkan. Satu-satunya cara efektif untuk melakukan itu adalah dengan mencari kejelasan.

2. Buatlah Rencana

Setelah kita mendapatkan kejelasan tentang apa yang kita inginkan dalam hidup, karya “desain” yang sebenarnya muncul ketika kita membuat rencana untuk mencapai keinginan itu.

Pikirkan tentang hidup kitaa seperti karya arsitektur yang indah atau suatu mahakarya.

Melakukan pekerjaan yang membosankan dengan memetakan setiap detail dari struktur, dan melakukannya jauh sebelum mereka bahkan sempat membangunnya.

Ya Hidup kita mungkin seperti itu.

Salah satu alasan terbesar orang tidak pernah bisa menjalani kehidupan yang mereka inginkan adalah karena mereka tidak mau melakukan pekerjaan yang diperlukan untuk membuat rencana untuk bisa sampai ke sana.

Tidak ada yang luar biasa dalam hidup ini bisa berhasil tanpa sebuah rencana yang solid.

Ya, kerja keras, ketekunan, dan kepercayaan adalah bagian penting dari diri kita yang secara efektif menciptakan dan menjalani kehidupan yang kita inginkan, tetapi semua itu sia-sia jika tidak ada suatu rencana yang baik untuk merancang hidup kita.

Jadilah seperti seorang arsitek dan luangkan waktu untuk membuat paling tidak membuat rencana sebelum kita memulai sesuatu hal yang penting di dalam hidup kita.

Jika tidak, kita mungkin menemukan bahwa struktur yang telah kita buat bukan yang seperti kita harapkan.

3. Fleksibel dan Berpikiran terbuka

Setelah rencana selesai dibuat, kita harus tetap fleksibel dan berpikiran terbuka untuk berubah dan adanya peluang baru.

Salah satu kelemahan dari perencanaan adalah bahwa, karena kita telah menginvestasikan begitu banyak waktu, energi, dan upaya untuk menciptakannya, kita bisa bisa menjadi kaku tentang terpaku dengan rencana tersebut.

Masalahnya adalah hidup selalu berevolusi dan berubah, dan sifat kehidupan yang cair itulah yang membawa ketidakpastian dan petualangan yang misterius.

Karenanya, rencana yang kita buat hari ini mungkin tidak lagi relevan keesokan harinya. Segala sesuatunya bisa terjadi begitu saja diluar kendali kita.

Mencapai beberapa tujuan besar bisa jadi mungkin ada di dalam rencana kita, tetapi tujuan yang lebih besar mungkin muncul dengan sendirinya, atau tujuan awal mungkin tidak lagi menarik bagi kita.

Dalam kedua skenario itu, bersikap dogmatis dalam melaksanakan rencana semula mungkin merugikan kesempatan di masa depan.

Poin pentingny adalah bahwa ketika datang untuk merancang hidup, kita harus benar-benar ingin memiliki perencanaaan, tetapi kita juga harus menjaga hati dan pikiran untuk tetap terbuka.

Di situlah letak petualangan hidup yang sebenarnya.

4. Cobalah Berkata “Tidak”

Ketika kita dihadapi dengan kesibukan yang luar biasa, mungkin suatu hal yang esensial yang paling kita perhatikan bisa saja terkubur begitu saja.

Sehingga seni belajar yang halus untuk mengatakan “tidak” lebih sering diperlukan dalam rangka mulai merancang hidup kita.

Kita hidup dimana budaya berkata “tidak” memiliki konotasi negatif. Karena itu, kebanyakan orang tumbuh kurang memiliki kemampuan untuk secara efektif mempertahankan waktu mereka dan dengan percaya diri mengatakan tidak pada sesuatu.

Entah itu karena rasa takut membuat marah seseorang atau mengecewakan seseorang, atau rasa takut akan kehilangan, orang-orang tidak hebat dalam mengatakan tidak.

Namun, jika kita benar-benar ingin merancang hidup seperti yang kita inginkan, sangat penting untuk mengambil kembali kendali atas waktu dan agenda kita.

Cara terbaik untuk melakukan itu adalah mengembangkan keterampilan mengatakan “tidak” lebih sering lagi.

5. Pahami Kegagalan Adalah Bagian dari Proses

Kebanyakan orang memiliki ketakutan akan sebuah kegagalan. Ketakutan itu menghambat kemampuan mereka untuk mengejar tujuan, impian, dan cita cita yang mereka idam-idamkan yang benar.

Namun, jika ingin ingin dapat merancang hidup, kita tidak hanya harus menerima bahwa kegagalan akan menjadi bagian dari proses, tetapi kita juga harus belajar “merangkulnya”.

Melalui kegagalan dalam hidup, kita menjadi belajar dan mampu memperbaiki kesalahan.

Kebanyakan orang tidak meluangkan waktu untuk merenungkan kemenangan mereka untuk mencari tahu apa yang berjalan baik yang memungkinkan mereka untuk menang. Dan mereka pasti tidak meluangkan waktu untuk mengevaluasi apa yang dapat mereka lakukan dengan lebih baik di waktu berikutnya.

Namun, ketika orang gagal, mereka cenderung sedikit lebih reflektif, terutama mengenai mengapa mereka gagal sejak awal.

Jika kita bisa belajar menggali kegagalan sedikit lebih banyak dan melihatnya sebagai peluang untuk belajar, maka kita akan menyiapkan diri untuk kesuksesan jangka panjang.

Salah satu masalah terbesar dengan kegagalan adalah orang-orang melihatnya sebagai tanda untuk berhenti. Mereka pikir itu adalah suatu ujung jalan. Kegagalan tidak serta merta seperti itu.

Jika kita ingin mulai merancang hidup, mulailah menganggap kegagalan sebagai hasil. Anggap kegagalan sebagai tempat berhenti sejenak, mengevaluasi situasinya, dan melanjutkan ketika kita sudah siap.

Ketika kita mulai terbiasa belajar melihat kegagalan dengan cara ini, niscaya kita akan mulai memahami manfaatnya, dan begitu kita bisa memahami manfaatnya,kita tidak akan takut gagal, tetapi kita akan mulai “merangkulnya”

Kesimpulan

Mendesain atau merancang hidup itu sangatlah dimungkinkan. Namun, yang harus diingat ini adalah proses yang membutuhkan kesadaran.

Sama seperti dengan arsitektur, karya-karya besar tidak terjadi secara kebetulan dan butuh kerja keras, tindakan sadar dan disengaja untuk dapat merancang dan menjalani kehidupan yang mereka inginkan.

Dengan mengikuti 5 langkah diatas niscaya kita akan menjadi lebih efektif dan benar-benar bisa menikmati proses merancang hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *