Cara Berpikir Kritis: Simak 5 Teknik Berikut ini

Berpikir kritis merupakan seni dalam menyaring informasi untuk memperoleh keputusan logis yang dapat memandu pikiran dan tindakan ke arah yang lebih baik.

Yang penting untuk diketahui adalah berpikir kritis merupakan suatu kondisi pikiran, bukannya alat ataupun strategi.

Keterampilan berpikir kritis, dapat membantu kita mengatasi berbagai macam masalah dan dapat memfokuskan energi di mana mereka seharusnya dibutuhkan dalam rangka menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan.

Semakin baik teknik yang digunakan, semakin baik pula pemikiran kritis dan penalaran yang dihasilkan.

Berikut adalah 5 teknik ampuh yang dapat membentuk dasar pemikiran kritis:

1. Pemikiran Analitis

Pemikiran analitis adalah teknik mengumpulkan dan memecah informasi menjadi beberapa bagian kecil agar mudah dipahami.

Kita harus mampu menjelaskan mengapa kita membutuhkan informasi tersebut. Hal tersebut berguna dalam rangka mengenali keterbatasan yang kita miliki dan menggunakan visi atau pandangan jauh ke depan untuk memecahkan masalah.

Kumpulkan informasi dari sebanyak mungkin dari berbagi sumber misalnya dari rekan kerja, pakar, podcast, literatur atau referensi yang relevan, dan lain sebagainya.

Buatlah pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan perspektif berbeda tentang data yang telah tersedia dan mungkin sampai pada alternatif-alternatif solusi yang tersedia.

Buatlah tulisan atau coretan, peta pemikiran, atau gunakan spreadsheet. Data yang disajikan secara visual akan dapat membantu kita membuat suatu koneksi baru yang berasal dari pola yang dihasilkan.

Perubahan fokus akan membantu untuk melihat informasi dengan cara yang baru yang dapat memberikan kesimpulan yang baru dan lebih baik.

2. Komunikasi

Komunikasi adalah teknik kunci untuk berpikir kritis karena memberikan kita akses ke pikiran orang-orang di sekitar kita.

Data dapat dikomunikasikan melalui sarana audio, visual dan bahasa tubuh.

Mintalah pendapat dari sudut pandang yang berbeda dan pembenaran untuk hal yang sama guna mencapai solusi terbaik.

Mencoba untuk berposisi sebagai pendengar yang baik dan hanya mengajukan pertanyaan atau menyampaikan empati setelah pembicara selesai, dapat membantu membuat koneksi yang lebih baik.

Jadilah 100% fokus pada diskusi verbal atau tertulis. Perbanyaklah mendengar atau membaca pendapat orang-orang di sekitar kita.

Mencoba mengutip sudut pandang pembicara atau penulis dan meminta penegasan, memungkinkan kita untuk menaruh perhatian penuh dan mendapatkan input untuk berpikir kritis.

Amati dan coba analisis isyarat komunikasi halus yang diberikan oleh bahasa tubuh oleh orang-orang di sekitar kita.

Menggunakan pengamatan aktif, dapat membantu mengetahui apa yang harus dilakukan dari informasi yang sedang beredar dan petunjuk tentang pendapat umum terhadap topik yang sedang dibahas

Informasi yang dikumpulkan melalui komunikasi semacam ini akan sangat berharga dalam rangka berpikir kritis untuk sampai pada suatu keputusan yang holistik dan tidak bias.

3. Kreativitas

Berpikir kritis adalah sebuah seni dan tentunya juga memerlukan kreativitas.

Untuk benar-benar mempelajari pemikiran kritis cobalah memasukkan unsur kreativitas di dalam prosesnya.

baca juga: 6 Cara Memunculkan Kreativitas

Lakukan brainstorming dengan keterlibatan tim di lokasi yang baru atau bekerja sama denga seorang ahli. Kita akan dikejutkan oleh ide-ide yang bermunculan.

Kumpulkan data dan tabulasikan dalam bentuk grafik dan peta pemikiran yang menarik.

Latihan sederhana dapat membuat kita mampu mengolah data dengan cara yang berbeda dan menyajikannya sehingga kesimpulan unik dapat dihasilkan yang memberikan fleksibilitas untuk memilih yang terbaik.

Permainan seperti Sudoku atau Catur juga bermanfaat untuk mengasah pikiran kreatif. Permainan ini membantu membuat koneksi antar saraf di otak kita dan memberi kemampuan pikiran untuk untuk menemukan beberapa langkah alternatif untuk menyelesaikan masalah.

Mempelajari keterampilan baru, bahasa baru atau bahkan resep baru dapat juga meningkatkan koneksi antar saraf di otak kita.

4. Berpikir Terbuka

Yakinkah kita sudah berpikir secara terbuka?

Jika iya, jujurlah ‚Äč‚Äčtentang kekuatan dan kelemahan kita dan bayangkan dampaknya pada kemampuan kita menyelesaikan suatu permasalahan.

Cobalah dengarkan pendapat yang mungkin bertentangan dengan pendapat kita sendiri tanpa membentuk tanggapan sebelum suatu pendapat diutarakan seutuhnya.

Cobalah untuk mengakui bahwa ada lebih dari satu pendekatan untuk menyelesaikan masalah dan mungkin kesemuanya benar dalam beberapa cara.

Pertimbangkan perasaan kita ketika akan menerapkan perubahan yang diperlukan.

Abaikan keyakinan dan asumsi lama yang ada dan lepaskan kebiasaan.

Bayangkan faktor-faktor pengambilan keputusan apakah sudah ditempatkan secara seimbang.

Keterbukaan pikiran adalah teknik yang kuat untuk berpikir kritis.

Dengan mempertimbangkan pendapat atau asumsi orang lain dapat membantu kita menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak membuat kita frustrasi atau menghindari campur tangan pihak lain.

5. Pemecahan Masalah

Berpikir kritis sangat tergantung pada adanya suatu pemecahan masalah.

Seorang pemikir kritis yang efektif memecahkan masalah dengan suatu visi atau pandangan ke depan dalam rangka mengantisipasi hambatan dan hasil negatif dengan cepat dan berkesinambungan.

Salah satu metodologi pemecahan masalah yang paling efektif adalah Analisis 5 Why ciptaan Sakichi Toyoda, pendiri Toyota Motors pada 1950-an.

Gagasan di balik ini sebenarnya sederhana, yaitu mulai dari akhir permasalahan dan terus mempertanyakan mengapa terjadi hingga ke akar penyebabnya.

Namun, metodologi 5 Why tidak hanya membatasi pertanyaan sampai 5, dan dapat ditanyakan sebanyak yang diperlukan untuk menggali informasi sampai penyebab yang sebenarnya ditemukan.

Untuk menggunakan Analisis 5 Why , mulailah dengan membuat daftar masalah dengan awalan “Mengapa”.

Jawaban pertanyaan pertama dijadikan suatu pertanyaan baru, hingga jawaban/alasan sebenarnya diperoleh. Sehingga pada akhirnya, jawaban terakhir akan menjadi akar penyebab masalah yang dinyatakan pada pertanyaan pertama.

Selama bertahun-tahun, Analisis 5 Why telah diadopsi oleh jutaan orang untuk menyelesaikan masalah sampai ke akarnya.

Kesimpulan

Apakah berpikir kritis adalah gagasan yang ketinggalan jaman? Belum tentu.

Banyak cendekiawan dan pemikir terkemuka dari masa lalu seperti Aristoteles dan Plato, Colet dan Moore, Descartes, Galileo dan Newton yang senantiasa selalu berpikir kritis.

Dunia saat ini juga bergantung pada pemikiran kritis dalam rangka menyelesaikan segala macam permasalahan mulai dari hubungan pribadi hingga pekerjaan sehari-hari.

Kelima teknik di atas apabila digunakan secara tepat dan teratur akan menjadi sebuah kebiasaan dan tentunya akan meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Sehingga kita bisa menjadi lebih baik lagi dalam mengantisipasi dan menyelesaikan masalah di dalam kehidupan sehari-hari.

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *