6 Cara untuk memacu kreativitas yang terpendam

Sebenarnya banyak sekali teknik yang dirancang untuk mendorong kita untuk meningkatkan kreativitas dan melepaskan diri dari kekangan logika dan ide yang seringkali begitu stagnan. Jadi biarkan pikiran kita menjadi bebas tidak terikat terhadap suatu permasalahan. Biasanya hal tersebut dikenal dengan istilah “thinking out of the box” atau berpikir diluar batas. Cara tersebut membantu kita untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dan memberikan penyegaran dan keleluasaan yang dibutuhkan untuk menjadi lebih kreatif. Berikut 6 tips yang bisa membuat kreativitas Anda meningkat.

kreativitas

1. Brainstorming

Teknik ini melibatkan pemikiran ide sebanyak mungkin, tanpa menghakimi si pemberi ide, jadi intinya semakin banyak alternatif ide semakin bagus. Anda dapat melakukan ini sendiri, tetapi biasanya melalui aktivitas kelompok, dengan seseorang yang menulis daftar ide yang dihasilkan. Hal tersebut sebenarnya menyenangkan. Ketika semua orang telah kehabisan ide, maka kita tinggal melihat alternatif ide yang tertampung dalam daftar ide yang dibuat sebelumnya. Terkadang ide-ide yang unik dan eksentrik bisa berubah menjadi ide yang brilian.

2. Berpikir secara Visual

Daripada membuat daftar sederhana dari berbagai macam ide, dapat pula kita mengubahnya menjadi sebuah diagram. Awalnya kita tentukan dulu apakah masalah utamanya, contohnya pemanasan global, kemudian kita tambahkan serangkaian “cabang” yang menggambarkan semua yang terkait berupa fakta, angka, dan ide-ide. Teknik ini bekerja seperti bentuk visual brainstorming, tetapi dengan ide-ide baru yang lebih radikal tetapi tentunya sangat bermanfaat meningkatkan kreativitas.

3. Berpikir secara Lateral

Mirip dengan brainstorming, berpikir lateral adalah cara menyelesaikan masalah dari setiap sudut pandang yang memungkinkan. Ide dasarnya adalah untuk mengidentifikasi cara “normal” melihat masalah dan bagaimana untuk menghindarinya. Kita dapat menggunakan cara acak memicu jalan/alur pikiran untuk memecahkan masalah, seperti membiarkan buku jatuh dengan posisi terbuka, menempel sebuah pin pada tembok, dan melihat bagaimana kata-kata penting atau keyword yang mungkin berhubungan dengan masalah. Kelihatannya mungkin aneh, tapi bisa jadi sangat efektif.

4. Pengandaian

Salah satu cara untuk bisa leluasa bergerak di luar ide-ide yang biasa adalah dengan bertanya, “Bagaimana jika ? atau “What..If?”. Misalnya, Anda bisa bertanya,”Bagaimana jika semua bis wisata gratis?”. Dan ini bisa menghasilkan pemikiran kreatif tentang cara kita memperoleh keterkaitannya dengan penggunaan mobil pribadi dan solusinya. Selain itu, bisa dengan menggunakan pertanyaan negatif, seperti “Bagaimana jika sungai tidak dinormalisasi?” “Bagaimana jika prosedur ini tidak dilaksanakan? dsb. Anda kemudian bisa mencari tahu cara menghadapi masalah itu. Semisal, bisa juga pertanyaannya diluar cara pikir yang normal, seperti “Bagaimana jika hewan peliharaan kita bisa bicara?” Ini mungkin tampak seperti lelucon, tapi itu bisa merangsang ide-ide yang berguna tentang bagaimana cara kita dalam memperlakukan hewan.

5. Aktivitas fisik

Ternyata banyak orang bisa berpikir lebih kreatif untuk mencari solusi terhadap suatu  permasalahan atau bahkan menemukan ide yang brilian dan inovatif yaitu pada saat mereka melakukan aktifitas fisik seperti joging, berlari, atau kegiatan outdoor lainnya. Latihan fisik bisa dilakukan secara berulang-ulang, sehingga memberikan efek kesegaran dalam berpikir yang memungkinkan pikiran Anda terbebas dari kekangan masalah yang dihadapi.

6. Berpikir mundur (Top Down)

Jika Anda tahu apa yang Anda inginkan tetapi tidak tahu bagaimana cara untuk memperolehnya, cobalah bekerja secara mundur. Contohnya: Pada suatu pertandingan sepakbola, kita melihat adanya perayaan atau selebrasi terjadinya gol dari si pencetak gol; prosesi terjadinya gol; umpan brilian kepada pencetak gol; umpan-umpan bola antar pemain  dsb. Jadi Intinya, Kita memposisikan telah sukses mencapai tujuan, kemudian kita breakdown langkah-langkah sebelum proses kesuksesan pencapain tujuan tersebut. Kesimpulannya, berpikir tidak melulu dari pencapaian awal ke akhir tetapi bisa juga dari hasil akhir kemudian di-break down menuju ke-start awal

Be Creative !!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*