Heboh Seputar “Comeback” NOKIA 3310

 

Nokia sebelumnya telah diakuisi oleh HMD Global pada akhir tahun 2016. Sehingga HMD Global memiliki wewenang penuh terhadap hak lisensi dari brand eksklusif NOKIA di sektor telepon seluler dari kepemilikan sebelumnya oleh Microsoft Corporation.

Kemudian Arto Nummela selaku CEO HMD Global memutuskan untuk menggunakan platform android sebagai operating system dari smartphone yang akan mereka rilis.  Keputusan itu diambil setelah pengalaman menggunakan windows mobile yang ternyata cenderung kurang sukses di pasaran.

Sensasi munculnya Nokia 6

Pada awal tahun 2017, HMD Global sebagai pemilik lisensi merk Nokia untuk mobile phone dan smartphone, telah resmi merilis smartphone Android pertamanya yaitu Nokia 6. Dirilis secara eksklusif untuk pasar Cina, spesifikasi lengkap Nokia 6 pun hanya tersedia pada halaman web resmi Nokia dalam bahasa Cina.

Smartphone ini hadir dengan menggunakan  logam unibody berbahan alumunium 6000. Jadi kesimpulannya desain Nokia 6 ini tampak lebih kokoh. Selain urusan desain, Nokia 6 hadir dengan display 5.5-inch beresolusi 1080p, ditenagai dengan “hanya” chip prosesor Snapdragon 430 octa-core Cortex-A53 dan dilengkapi prosesor grafik Adreno 505.

Saat pertama dirilis Nokia 6 membawa RAM 4GB dengan dukungan internal storage 64GB. Untuk urusan fotografi, Nokia 6 dilengkapi dengan kamera utama beresolusi 16MP PDAF, aperture f/2.0, dan kamera depan beresolusi 8MP dengan aperture f/2.0. Smartphone ini di pasaran dibandrol dengan harga Rp 3,4 juta.

Isu terkait kemunculan Nokia 3310

nokia 3310

Nokia 3310 sudah tidak butuh banyak perkenalan lagi. Ponsel berumur 17 tahun ini nyatanya sangat mudah digunakan, body yang kokoh sehingga tahan banting, dan memiliki baterai yang sangat awet, serta game Snake yang begitu fenomenal di zamannya.

Ponsel pintar paling canggih pun tak akan bisa menandingi daya tahan baterai NOKIA 3310 ini, belum lagi soal privasi, karena banyak app di ponsel pintar yang melacak posisi pengguna, yang membuat orang mungkin tak begitu suka.

Mungkin karena alasan tersebut HMD Global berniat untuk menghidupkan kembali sebuah All New Nokia 3310 sebagai sebuah feature phone legendaris yang fokus kepada hal mendasar dari sebuah telepon seluler.

Tetapi disisi lain konsumen sangat berharap Nokia 3310 bukan lagi sekedar feature phone biasa, melainkan setidaknya bisa menjadi telepon seluler low end yang berbasis android.

Akankah NOKIA 3310 akan sukses dan laris di pasaran? Atau hanya sekedar ponsel nostalgia?

Editor teknologi dari BBC, Alistair Charlton mengatakan agar sukses besar Nokia harus beradaptasi dengan perkembangan di lapangan. Nokia harus benar-benar memikirkan konsep yang sesuai dengan perkembangan dunia digital terkini.

“Kita tak lagi hidup di era SMS … setidaknya panggilan telepon dan SMS tak dimanfaatkan sesering dulu. Jika NOKIA 3310 bisa mengakses internet dan menggunakan WhatsApp dan Facebook, mungkin produk ini akan sukses,” kata Charlton.

Nokia sendiri tak bersedia berkomentar panjang soal peluncuran kembali 3310 yang ‘rencananya akan dilakukan bulan ini (Februari)’.

“Kami tak bisa memberi pernyataan atau respons atas rumor dan spekulasi,” kata juru bicara Nokia.

Well, kita tunggu saja perkembangannya.

Welcome back Nokia !!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*